111 views
Published On: Sab, Jan 16th, 2021

Banyak Pengguna WhatsApp Mulai Beralih ke Signal, Telegram dan BIP

JAKARTA, WK – Pihak WhatsApp mungkin kurang mengantisipasi bahwa kebijakan privasi barunya menuai kontroversi dan membuat pesaing seperti Signal, Telegram dan BIP bertambah populer. Sampai-sampai bos WhatsApp dan Instagram yang berada di bawah Facebook turun gunung memberi penjelasan.

Sebagaimana yang dilansir detik.com, WhatsApp menjelaskan bahwa perubahan aturan privasi tidak berdampak pada privasi chat user yang tetap hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima pesan. Head of Instagram, Adam Mosseri, menyatakan ada banyak informasi tidak benar soal kebijakan baru WhatsApp.

“Ada banyak misinformasi tentang terms of service WhatsApp saat ini. Update kebijakan itu tak berdampak pada privasi pesan kalian dengan teman atau keluarga dalam cara apapun. Perubahan ini berkaitan dengan pesan pada bisnis di WhatsApp yang juga opsional,” tulis Adam di Twitter, Kamis (14/1/2021).

Chief WhatsApp, Will Catchcart juga memberi penjelasan panjang lebar dalam sebuah thread di Twitter. Pesannya kurang lebih sama, bahwa percakapan di WhatsApp tetap diklaim aman seperti sebelumnya.

“Kami bangga dengan layanan yang kami tawarkan dan kami akan terus mengembangkan teknologi untuk menyediakan komunikasi yang aman dan privat kepada sebanyak mungkin orang,” tulis Will.

“Itu kenapa kami sangat berkomitmen pada enkripsi end to end dan mengapa kami terus meningkatkan privasi di WhatsApp, misalnya dengan peluncuran pesan yang dapat hilang otomatis di bulan November. Inovasi kami dalam soal privasi akan berlanjut,” imbuh dia.

Ancaman dari Signal dan Telegram serta BIP tampaknya memang tidak dapat diremehkan oleh WhatsApp. Menurut data dari Sensor Tower, Signal di-download secara global 246 ribu kali seminggu sebelum WhatsApp mengumumkan aturan privasi baru. Seminggu setelah kebijakan itu diumumkan, download Signal meningkat tajam menjadi 8,8 juta kali.

Telegram malah lebih melesat lagi. Download Telegram adalah 6,5 juta kali seminggu sebelum 28 Desember 2020 dan menjadi 11 juta kali seminggu kemudian.

Dalam waktu 24 jam, tercatat penambahan pengguna BIP sebanyak 1,12 juta. Hingga kini, pengguna BIP mencapai hingga lebih dari 53 juta orang.

Tak salah jika WhatsApp waspada. [tim]

Komentar