68 views
Published On: Ming, Des 20th, 2020

Berkontribusi Dengan Kompetensi

ALKISAH, WK – Di depan gerbang suatu jembatan di salah satu kota Eropa, duduklah seorang buta peminta-minta.

Ia setiap hari duduk di situ sambil memainkan biolanya yang sudah usang dan menaruh  kaleng di depan dia duduk.

Dia berharap orang-orang yang lalu lalang merasa iba mendengar gesekan biolanya dan memberinya sedikit uang……

Pada suatu hari seorang pria yang  berjubah panjang, dia lewat dan memperhatikan peminta minta buta yang sedang memainkan biolanya…. tidak ada orang lewat yg mau memperhatikannya.

Pria tersebut akhirnya datang menghampiri peminta buta tadi dan meminta agar peminta buta itu meminjamkan biola usangnya.

Tentu saja si peminta buta itu menolak, dan berkata; “Tidak !!! Ini adalah hartaku satu-satunya!!!”.

Tetapi orang tersebut terus membujuk agar si peminta buta mau meminjamkan biolanya, meski hanya untuk sebuah lagu.

Akhirnya si peminta  buta itu, dengan terpaksa memberikan biola tua.

Dan pria berjubah panjang tersebut berbisik….
“Saya akan beri Anda contoh… bagaimana memainkan Biola dengan sepenuh hati …. dengan sungguh-sungguh utk menghayati dan masuk di dalam lagu itu, bukan sekedar memainkan biola atau hanya sekedar mencari iba…

Setelah itu, dia mulai memainkan sebuah lagu dengan begitu indah dan syahdu.

Suara biola yang begitu halus di tangan si pemain ini, membuat semua orang yang lewat berhenti, serta mereka  mengelilingi si pemain biola dan si peminta-minta buta tersebut.

Begitu merdunya lagu dan bagusnya permainan BIOLA si PRIA tersebut, membuat semua orang terdiam, terhanyut oleh gesekan biolanya.

Kerumunan besar semakin banyak

Si pengemis buta pun terkesan dan ternganga mendengar alunan suara biola…. tanpa dapat berkata-kata.

Kaleng yang tadinya kosong kini telah penuh dengan uang. Bahkan sampai keluar dari kaleng karena tidak cukup lagi menampung uang yg bukan hanya recehan … tapi…lembaran-lembaran….yang diberikan orang-orang yang berkerumun itu.

Ternyata tidak cuma satu lagu, …tetapi…. beberapa lagu dimainkan oleh si pemain biola tersebut.

Akhirnya ia pun harus menyelesaikan permainannya, dan sambil mengucapkan terima kasih, ia mengembalikan biola itu kepada si pengemis.
Dan berpesan kepada Si Pengemis Buta itu….
“Sekarang pulanglah…dengan uang yang engkau dapat hari ini…belilah baju yang baik…mandi….cukur rambut dan rapikan jenggotmu… MULAI besok bermainlah seperti yang aku katakan dan aku contohkan”

Si pengemis buta dengan berlinang air mata dan gemetar mengucapkan terimakasih pada tuan yang budiman itu.

Si pria ini tersenyum dan dengan perlahan meninggalkan tempat itu.

KEESOKAN HARINYA
Sang Peminta Buta tadi…. sudah kembali duduk di tempat yang sama… tetapi….
sekarang dengan PENAMPILAN yang BERBEDA

Memakai setelan jas dengan rambut dikuncir… janggut rapi.. dengan bau parfum yang lembut

Dia mulai memainkan BIOLAnya dengan halus… dengan sepenuh hati… terdengar indah dan syahdu, sungguh-sungguh  meresapi dan masuk ke dalam lagu tersebut”

Dan sebentar saja …..
Orang orang yang lewat kembali berkerumun menikmati 1 – 2 lagu dari sang peminta buta … sambil memasukan uang ke dalam kotak yang cukup besar, (bukan lagi kaleng)

Sejak hari itu Peminta Buta ini… bukan lagi sebagai peminta buta …tapi… orang menyebutnya Sang Seniman yang sangat menghibur pejalan yang lewat di gerbang jembatan.

Nasib dan Rejeki Peminta Buta pun sudah berubah sangat drastis…
sekarang dapat hidup dengan sangat layak bahkan berkecukupan .

Dan peminta buta itu pun tidak pernah tahu….siapa pria berjubah panjang tersebut.

Apakah Sahabat ingin tahu pria berjubah panjang tersebut?

Orang-orang menyebut namanya: “The Maestro Paganini“.

Sang maestro biola Paganini, ia telah berkontribusi sesuai dengan kompetensinya.

Dia tidak memberinya uang kepada Peminta Buta tersebut
….tapi…..
Dia memberi Resep Seniman Biola kepada Sang Peminta Buta tersebut.

Sahabatku,
Banyak cara bagi kita untuk menjadi seperti “Paganini” dalam membantu orang lain

Lakukanlah sesuai dengan KEMAMPUAN dan TALENTA kita.

Jadikanlah hidup ini … PENUH ARTI…untuk membantu sesama .

KEBAHAGIAN kita bukan berapa banyak orang mengenal kita
….tapi….
Berapa banyak orang-orang yang hidupnya menjadi bahagia karena kita.

Mari kita jadikan
BAKAT… KEAHLIAN dan TALENTA yang kita punya untuk menjadi BERKAT bagi  orang orang di sekitar kita…. maka kita akan merasakan KEBAHAGIAAN karena begitu banyak orang yang dapat Berbahagia karena kita. [trustco]

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. ian berkata:

    inspiring banget nih

Komentar