196 views
Published On: Sen, Mei 8th, 2017

Jabar Teken Kerjasama Pengembangan Sistem Transportasi dan Perdagangan Kopi dengan Chongqing

WhatsApp Image 2017-05-07 at 15.40.00

CHONGQING, WK – Pemerintah Provinsi ‎Jawa Barat akan mengaplikasikan sistem transportasi publik yang berjalan di Kota Metropolitan Chongqing, Tiongkok melalui kerja sama Sister Province yang akan ditandatangani Senin ini. Chongqing bisa menjadi kiblat sistem transportasi yang terintegrasi dan lengkap mulai dari monorel, subway, bus, dan moda transportasi lainnya.

Selain itu, Jabar pun berharap pada Chongqing bisa menjadi jembatan perdagangan untuk memasarkan kopi asal Jabar di Tiongkok dan di dunia pada umumnya. Chongqing merupakan pintu gerbang perdagangan dari Asia ke Eropa. Chongqing pun menjadi pusat perdagangan kopi dunia urutan ketiga.

Kepala Biro Pemerintahan dan Kerja Sama‎ Provinsi Jawa Barat Taufiq Budi Santoso menuturkan kedua bidang tersebut menjadi bobot yang cukup tinggi dalam kerja sama antara daerah tersebut.

“Latar belakang MoU Sister Provinxe antara Jawa Barat dan Chongqing yaitu rencana Jabar yang akan mengembangkan transportasi dengan moda monorel terutama di Bandung Raya. Itu yang diusulkan kerja sama dengan badan usaha yang ada di Chongqing,” kata dia ketika ditemui di Hotel Glenview, Chongqing, Minggu (7/5/2017).

Menurut dia, pada prosesnya, sebelumnya Jabar dikunjungi oleh delegasi Chongqing ke Jabar pada tahun 2015 lalu. Mereka melakukan LoI (Letter of Intent) di Bandung untuk menyiapkan rencana kerja sama yang lebih luas.

“Fokusnya pengembangan perkotaan dan pengembangan layanan transportasi publik di perkotaan. Itu yang difokuskan selain pendidikan dan pariwisata,”ujar dia.

WhatsApp Image 2017-05-07 at 15.39.42

Dalam hal ini, lanjut Taufik, pihaknya ingin mempelajari sistem transportasi perkotaan yang ada di Chongqing. Menurut data analisa sekunder, Chongqing ini lengkap sistem transportasinya mulai dari monorel, subway bus dan moda lain yang disediakan untuk melayani mobilitas warga di sana.

“Monorel di sini beda, kapasitas angkutnya besar. Ini yang ingin kita pelajari sistemnya dulu. Apabila kita aplikasikan di Jabar, mana yang paling pas khususnya untuk metropolitan di Jabar, termasuk‎ di aerocity Kertajati. Kita ingin kota baru di aerocity Kertajati  lengkap dengan intermoda yang terintegrasi,” tutur dia.

Mengenai teknologi, lanjut dia, pihaknya pun akan mempertimbangkan yang efektif dan efisien. Di Indonesia memang sudah ada pembuat kereta api, tapi kita ingin lihat di Chongqing untuk mendapat kesimpulan yang paling efektif dan efisien.

“Kalau  resmi beli, operasional, maintenan, transfer of knowledge pasti akan terjadi, tapi hal itu akan dibahas lebih lanjut,”ujar dia.

WhatsApp Image 2017-05-07 at 15.40.11

Yang kedua, ucap Taufik, yang menjadidi bobot yang cukup besar pada kerja sama tersebut yaitu Chongqing sebagai pusat perdagangan ‎tidak hanya untuk Tiongkok tapi untuk negara lain di sekitar Tiongkok. Chongqing pun pintu gerbang ke Eropa.

“Meski jauh tapi ada penghubung transportasi dari Chongqing ke Eropa. Selain itu terkenal pusat perdagangan kopi, tiga besar di dunia. Di Jabar juga produksi kopi. Jadi bagaimana kopi Jabar diperkenalkan ke dunia melalui Chongqing,”ucap dia.

“Senin ini tanda tangan insyaallah antara walikota dengan gubernur sehingga tahapan berikut kami akan mengundang mereka ke Bandung, sekalian bikin work plan yang implementatif,”terangnya.

Selebihnya, Taufik menuturkan, Chongqing ini berbeda dengan daerah lain. Wilayah tersebut merupakan kota metropolitan yang dipimpin wali kota. Tapi di sini ada sistem pemerintahannya setara dengan provinsi sehingga kedudukan wali kota sama dengan gubernur. [rilis]

Komentar