262 views
Published On: Sel, Mar 21st, 2017

#Ngopisaraosna Vol 1 Menyajikan Ribuan Cangkir Kopi Jabar Gratis

WhatsApp Image 2017-03-19 at 12.14.39

BANDUNG, WK – Sebanyak 40 pegiat kopi yang terdiri dari petani dan produsen kopi Jabar memeriahkan gelaran #NgopiSaraosna Vol. 1 yang diadakan di halaman Gedung Sate, Jl. Diponegoro Bandung, Minggu (19/3/17). Mereka tidak hanya hadir, tapi juga membagikan kopi tubruk bercitarasa khas lahan masing-masing dengan gratis kepada pengunjung yang kebanyakan adalah para pecinta kopi.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) beserta istri, Netty Heryawan, dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar turut ambil bagian dalam menikmati orisinil kopi Jabar bersama sedikitnya 4000 pengunjung yang dimanjakan lidahnya. Turut hadir juga para asisten daerah dan kepala dinas di lingkungan Pemprov Jabar.

Sebagai salah satu pencinta kopi, Aher, tak henti-hentinya memuji kenikmatan kopi asal Jawa Barat yang mendapatkan predikat sebagai kopi terbaik di dunia, kopi Java Preanger dari Gunung Puntang.

“Dulu dinamakan Java Preanger Coffee yang terkenal di seluruh dunia. Meski asal muasalnya dari Kenya, langsung dibawa kesini (Jawa Barat) lewat jalur murni, mata rantai emas,” papar Aher dalam sambutannya.

“Tahun 1922 sempat punah karena penyakit tanaman, sekarang muncul kembali dan merebut gelar juara kopi terbaik dunia di bulan April tahun 2016 lalu di Atlanta.” pujinya bangga.

Dengan gamblang Aher menjelaskan manfaat kopi bagi tubuh, dengan catatan kopi dikonsumsi secara benar. Menurut Aher, kopi dapat memperkuat kinerja syaraf tubuh. Kopi juga menjadi obat herbal yang mencegah Alzheimer atau penyakit pikun. Minyak kopi yang sangat halus dan pekat dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik yang bisa memperhalus kulit. Karenanya, isu bahwa kopi dapat menyebabkan penyakit jantung terbantahkan.

“Kopi yang membuat dada berdebar itu pasti ada kesalahan saat mengolahnya. Kopi juga bukan penyebab penyakit jantung, justru memperkuat syaraf jantung. Asalkan dikonsumsi jangan pakai gula,” kata Aher.

“Mari budayakan minum kopi asal Jawa Barat. Kopi sehat: jangan ada gula diantara kita,” tutupnya.

Pegiat kopi Kabupaten Bandung sekaligus pegiat kedai kopi Coffee First yang mengisi salah satu stand, Nanda Adi Nugraha, mengungkapkan ekspektasinya dengan acara ini dapat lebih meluaskan market para pengusaha kopi Jawa Barat. “Mudah-mudahan ada volume (kelanjutan acara) berikutnya dengan berbagai topik menarik seperti misal pembahasan mengenai inovasi-inovasi di dunia kopi yang dapat mengangkat lebih bagi kopi Jabar,” harapnya.

Acara ini mendapat apresiasi positif dari para pengunjung. Shera dan Dinda misalnya, pengunjung asal Cimahi ini mengaku sengaja datang untuk mencicipi kopi Puntang peraih gelar kopi terbaik dunia.

“Kita lihat info acaranya di IG (media sosial instagram), jadi sengaja datang. Kapan lagi kan, bisa ngicip kopi-kopi terbaik, gratis lagi.” seru mereka.

Ada juga Hilman yang datang ramai-ramai dengan sahabat-sahabatnya. Hilman sebelumnya tidak mengetahui acara Ngopi Saraosna ini, mereka baru tertarik untuk datang saat hendak ber-selfie di depan Gedung Sate usai berolahraga di Gasibu. Bahkan ia mengaku sebelumnya tidak pernah menyukai kopi, namun sekarang mulai tertarik mendalami seni mengolah biji kopi.

“Saya baru sekarang lihat pengolahan kopi dari masih bentuk biji sampai bisa diminum, ternyata asik banget. Rasanya juga beda banget sama kopi di warung-warung,” ujar mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (Unikom) ini.

“Kalau nanti diadakan lagi, saya pasti datang lagi. Tiap tahun diadakan, tiap tahun juga saya pasti datang,” ujarnya. [rilis]

Komentar