98 views
Published On: Rab, Mei 19th, 2021

Rating Facebook Terjun Bebas Hingga 2,7

JAKARTA, WK – Kebijakan Facebook yang menghapus setiap unggahan terkait Israel telah membangkitkan kemarahan masyarakat. Mereka melampiaskan protes dengan memberikan penilaian satu bintang untuk aplikasi Facebook di Google Playstore.

Alhasil, penilaian terhadap Facebook yang semula di atas empat bintang anjlok menjadi di bawah tiga bintang hingga Rabu (19/5/2021) pagi ini. Tidak hanya itu, kolom komentar pun dibanjiri ungkapan kekecewaan soal kebijakan dan keamanan Facebook yang dinilai para pengguna tidak adil.

Sebagian pengguna juga mengajak pengguna yang lain untuk mengurangi bintang untuk Facebook yang telah diberikan sebelumnya.

”Saat ini, Facebook dan Instagram membatasi postingan tentang Palestina. Banyak akun yang postingannya tentang Palestina dihapus tiba-tiba, ada yang kena hukum tidak bisa komen atau tidak bisa posting selama 30 hari, kami mengajak follower semua untuk memberikan rating bintang 1 (satu) di Play Store,” tulis akun Vtho Stones pada 17 Mei 2021.

Pengguna lain, Gunani Winiyati menuliskan bahwa dia lebih baik hidup tanpa Facebook ketimbang harus melihat warga Palestina menderita. Komentar ini mendapat like sebanyak 2.434.

”Saya bisa hidup tanpamu wahai Facebook tapi saya tak bisa menikmati hidup jika melihat saudara seiman saya (Palestina) dihancurkan oleh bangsa Israel termasuk para pendukung-pendukungnya (Amerika dll). Jadi saya harap Facebook punya kebijakan yang adil dan baik buat semua manusia dimuka bumi ini tanpa memandang agama ataupun bangsanya. Terima kasih,” tulisnya.

Irfan Noviandana, salah satu pegiat media sosial mengaku tak bisa lagi membuat akun baru Facebook dengan menggunakan nama aslinya. Dia mencurigai namanya masuk daftar hitam terlebih sudah berkali-kali unggahannya terkait FPI dan Palestina dihapus.

“Kebijakan soal Palestina ini setelah ada pertemuan antara Facebook dengan Kementerian Kehakiman Israel. Tetapi sejatinya Facebook selalu tunduk pada kebijakan penguasa sebuah negara,” ujar Irfan. [tim]

Komentar